kemenag kota ambon

HAB KE 71 TAHUN 2017 SEBAGAI MOMENTUM LEBIH DEKAT MELAYANI UMAT

oleh : Carl Herman Thenu, S. Si

       Tanggal 3 Januari, dikenal sebagai Hari Amal Bakti Kementerian Agama Republik Indonesia. Sebagai hari lahirnya ini, dipastikan Kementerian Agama lebih mengedepankan pelayanannya kepada umat. Usia 71 tahun, bukanlah usia yang muda. Jika dibandingkan dengan usia manusia, usia 71 adalah usia lanjut (lansia). Otomatis secara fisik, orang yang berusia 71 tahun, tidak lagi memiliki kekuatan yang signifikan. Namun, itu relatif. Ada orang yang memiliki usia sebanyak itu, tetapi masih memiliki kekuatan dalam beraktivitas.

        Jika usia 71 tahun disandingkan dengan usia sebuah lembaga pemerintahan atau swasta, tentu banyak perkembangan dan kemajuan serta berbagai perubahan, pencerahan dari waktu ke waktu. Itu berarti pencapaian tujuan lembaga yang tertuang dalam visi dan misi, meningkat secara signifikan. Hal ini terjadi, karena keikutsertaan setiap pegawai dalam mendorong serta berupaya untuk mencapai sebuah target pelayanan baik secara internal maupun secara eksternal.

        Realita ini pun terjadi dalam sebuah lembaga di Indonesia, yakni Kementerian Agama Republik Indonesia, di mana setiap tanggal 3 Januari diperingati sebagai Hari Amal Bakti (HAB). Kementerian Agama sebagai sebuah lembaga yang mengedepankan aspek kerukunan dan toleransi antar umat beragama selama kurun waktu 71 Tahun memang bukanlah pekerjaan yang mudah dalam membangun, menumbuhkan semangat kerukunan antar umat beraga hingga tahun 2017. Realitas kerukunan umat beragama tentu disadari merupakan sebuah tanggung jawab bersama. Tetapi dengan kehadiran Kementerian Agama, konsep kerukunan dan toleransi ini tetap berada dalam payung Kemenag, sehingga aspek kerukunan itu tetap terjaga bahkan semakin meningkat dikalangan umat beragama.

        Namun sepanjang 71 Tahun ini, Kementerian Agama ada untuk melihat kemaslahatan umatnya. Mulai dari aspek kerukunan, tenaga pendidik, pendidikan agama dan keagamaan hingga lebih luas lagi dalam melakukan pelayanan kepada umat.

        Terkait itu semua, di ulang tahunnya yang ke 71 Tahun, melalui sambutan Menteri Agama RI, Lukman Hakim Saifuddin yang tentunya dibaca pada saat HAB ke 71 di seluruh Indonesia, menegaskan beberapa hal yang harus dipahami, dimaknai dan diaktualisasikan dalam tugas pokok dan fungsi Aparatur Sipil Negera (ASN) diantaranya :

  1. Publik kini semakin menilai positif kinerja Kementerian Agama. Sebagian besar program kerja telah memenuhi harapan sehingga kinerja ASN Kemenag dinilai cukup baik dalam sejumlah survei. Indeks kepuasan jemaah haji terus naik, indeks kerukunan antar umat beragama juga masih tinggi dan indeks reformasi birokrasi Kemenag naik peringkat dari CC menjadi B.
  2. Kementerian Agama mendapat sejumlah penghargaan antara lain Penyedia Layanan BLU dengan akses terjangkau dari Presiden, penghargaan kementerian dengan kontribusi Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) terbesar dalam APBN.
  3. Kementerian Agama mendapat penghargaan ganda terkait ekonomi syariah yaitu sebagai pemrakarsa Proyek Infrastruktur Berbiaya Surat Berharga Negara (SBSN) dan Investor Utama Sukuk Bunga Negara Domestik.

       Terhadap penghargaan-penghargaan inilah, semestinya seluruh ASN harus berbangga hati, bahwa selama kurun waktu 71 Tahun, Kementerian Agama telah mengukir banyak prestasi yang sangat memuaskan. Prestasi ini hendaknya diresponi dengan kinerja serta memberikan pelayanan yang maksimal kepada masyarakat sebagai momentum lebih dekat melayani umat. ASN harus lebih dulu mengutamakan kepentingan masyarakat, melayani masyarakat dengan hati, bertutur dengan hati saat ada dengan masyarakat, supaya identitas Kementerian Agama benar-benar dirasakan oleh masyarakat atau umat. Dikatakan demikian, sebab, umat akan merasa nyaman ketika pelayanan itu diberikan menyentuh dan mengena saat aktivitas pelayanan itu terjadi.

        Meskipun predikat Laporan Keuangan Tahun Anggaran 2016 Kementerian Agama kembali turun dari WTP menjadi WDP dalam audit keuangan BPK dan sempat bertahan di rana WTP selama 4 Tahun, namun sejumlah harapan untuk menyelesaikan keluhan-keluhan publik yang mungkin ada di tengah umat.

         Dengan mengutip pula sambutan Menag bahwa, “marilah kita benahi catatan-catatan negatif yang tersisa. Sebab itulah kata “Bersih Melayani” – yang merupakan tema HAB Tahun lalu- tetap dipertahankan. Harapannya, kita harus benar-benar bersih tanpa menyisahkan noda. Tahun ini dilengkapi dengan motto “Lebih Dekat Melayani Umat” yang bermakna kita harus lebih peka mendeteksi aspirasi masyarakat, lebih sigap membersihkan masalah, dan lebih cekatan memenuhi kebutuhan umat. Apa yang ditegaskan Menag dalam sambutan HAB ke 71 Tahun 2017 ini, cukup dipahami oleh setiap ASN untuk lebih menonjolkan serta meningkatkan kredibilitas kinerjanya, khususnya dalam melayani umat atau masyarakat, dengan tidak mengesampingkan tugas pokok dan fungsi jabatan setiap ASN

        Bagi ASN di lingkungan Kantor Kementerian Agama Kota Ambon, memahami sambutan Menteri Agama, Lukman Hakim Saifuddin pada Hari Amal Bakti ke 71 Tahun 2017 tanggal 03 Januari merupakan sebuah maklumat dan amanah yang harus dikedepankan. Dengan tidak mengesampingkin 5 Nilai Budaya Kerja Kementerian Agama (Integritas, Inovasi, Profesional, Tanggungjawab dan Keteladanan), maka ASN Kementeria Agama Kota Ambon dapat berprestasi di bidang kerjanya masing-masing. Semoga, momentun dekat melayani umat menjadi poin penting untuk digarisbawahi dan dilaksanakan !!!

157
DIBACA