kemenag kota ambon

NATAL BUKAN HANYA SERIMONIAL

DSC_0077

oleh : Irene Y. Kaihena

Natal adalah perayaan kelahiran Sang Juru Selamat bagi umat Kristen di seluruh dunia dan diperingati pada tanggal 25 Desember. Seperti hari besar keagamaan lainnya, natal dirayakan secara meriah, gemerlap, mewah dan megah bahkan terlalu berlebihan, hampir disetiap pusat pertokan dan pusat perbelanjaan dihiasi dengan pernak pernik natal. Lagu-lagu natal berkumandang hampir di setiap pusat perbelanjaan, banyak pohon-pohon yang dihiasi dengan kerlap kerlip lampu natal, dirumah-rumah umat Kristen dan disetiap gereja di pasang pohon natal, dengan hiasannya yang indah.

Natal bagi umat Kristen masa kini lebih dimaknai sebagai serimonial belaka. Semangat perayaan Natal lebih kepada hura-hura dan bukan pada perayaan iman yang sesungguhnya. Natal yang  pada dasarnya menggambarkan tentang kedatangan  seorang raja yang lahir ke dunia, kini tidak bermakna lagi.  Kebanyakan umat Kristen melihat Natal sebagai harinya “tampil beda”. Dari model rambut, pakaian, tas, sepatu, perhiasan, dll diusahakan untuk berbeda dan mengikuti trend yang sedang terjadi dimasa kini, dan hal ini tidak dilarang asalkan sesuai dengan kemampuan dan pantas untuk digunakan. Natal sesungguhnya bukanlah fenomena belanja dan berhutang tetapi Natal sesungguhnya merupakan cerminan atas sikap iman kita.  Sebagai orang-orang Kristen  yang sejati kita mengetahui bahwa perayaan natal adalah tanda hari kelahiran Tuhan kita Yesus Kristus yang datang kedalam dunia untuk membawa keselamatan dan hidup yang sejati. Orang yang percaya kepada Yesus Kristus adalah orang-orang yang beriman kepada Yesus Kristus oleh karena itu maka kelahiran Kristus ke dunia ini juga harus kita maknai dengan penuh iman.

Jika sepanjang tahun kita telah hidup jauh menyimpang dari jalan dan kebenaran Tuhan, sesungguhnya peringatan natal hendak mencoba membawa kita kembali ke hadirat dan kebenaran Tuhan. Sayangnya, peringatan natal sudah melenceng dari tujuan rohaninya. Kita lebih banyak melakukan hal-hal yang menyangkut kesenangan diri sendiri dari pada melakukan hal-hal yang bermanfaat bagi kehidupan. Harus diakui bahwa dalam memperjuangkan hidup kita lebih fokus pada hal-hal materi, makanan, pakaian, rumah, kendaraan bermotor, biaya sekolah anak-anak,perlengkapan rumah tangga dll. Padahal hidup dalam iman adalah hidup dalam aturan Allah, kita akan semakin berhasil jika kita setia menerapkannya. Jika kita hidup dalam kebenaran Allah dan firman-Nya maka hidup kita akan teratur karena firman memang mengatur bagaimana hidup secara baik. Tuhan Yesus tidak ingin hari kelahiran-Nya dijadikan kesempatan bagi kita untuk berbuat dosa.

Natal yang berkenan kepada Tuhan sesungguhnya tidak perlu mewah apalagi boros. Suasana natal yang sederhana tetapi penuh penyerahan diri kepada Tuhan itulah makna natal sesungguhnya. Jika kita mempunyai kelebihan dalam hidup janganlah kita hamburkan sebab natal sesungguhnya adalah berbagi kehidupan dan berkat dengan sesama kita yang sedang dalam kesusahan. Saat ini perayaan natal lebih disukai dengan cara-cara duniawi karena itu marilah kita membaharui lagi cara kita merayakan natal. Natal bagi orang percaya sesungguhnya bukanlah pesta tetapi amal bagi mereka yang sedang menderita dan membutuhkan uluran dan keiklasan kita dalam memberi. Jika Tuhan memberikan berkat yang melimpah ingatlah itu bukan untuk dihamburkan disaat natal, tetapi jika menerima banyak berkat dari Tuhan itu tandanya Tuhan memberikan kepercayaan bagi kita untuk peduli terhadap nasib sesama kita dan menjadi saluran berkat-Nya.

Janganlah Natal dijadikan rutinitas beribadah dan setelah itu selesai. Kita semua menjadikan Natal sebagai momentum mengintrospeksi diri.  Pertanyaan yang harus kita renungkan Sudahkah kita menghadirkan tanda-tanda Syaloom Allah dalam kehidupan? Hidup yang bersyalom akan nyata dari sikap dan gaya hidup kita. Itulah hidup yang diwarnai oleh saling pengertian, rela mengampuni tidak membalas kejahatan dengan kejahatan melainkan membalas kejahatan dengan kebaikan. Berita natal menyentuh kita untuk terus bergandengan tangan dalam mencapai harapan-harapan yang baik di penghujung tahun ini maupun di tahun yang baru 2017 dan percayalah, Tuhan yang lahir dihati kita, Ia jualah yang akan selalu menyertai perjalanan hidup kita dimanapun kita pergi dan berada. Sebab Dialah Imanuel, Penasehat Ajaib, ALLAH yang perkasa, Bapa yang kekal  Raja Damai. 

191
DIBACA